Rita Maya

Rita Maya

Rabu, 04 Januari 2012

Coretan 5 Januari 2012

PUISI


MELATI
Rita Mayasari

Apa yang kau tau dari Melati?
Wangi?
Cantik?
Apa kau kenal dari wajah lain Melati?
Berseri?
(tidak)
Putih?
(bukan)
Egois!
(pintar)
: tak acuh pada karakter yang lain,
sedang mereka tersuruk sujud diakarnya,
kita juga bukan? Sama dengan mereka,
kita lemah, percaya nasib keluar dari akarnya
(ah...nonsense!) tetap saja DIAM!

Coretan 5 Januari 2012

PUISI


MAINAN ANJING
Rita Mayasari

Aku tunduk pada suatu yang tak tetap
Tiap kali bergerak aku turut goyah
Bimbang tak akan mengandung kenangan
Tapi justru sakitan

Lelah sudah tapi tak menyerah
Benar-benar disihir diracuni
Seiring melodi detak nadi
Hingga aku serasa bagian darinya
Meski dia bisa lepas kapan saja
Semaunya

Aku tunduk pada suatu yang tak tetap
Tiap kali berpaling aku merasa terasing
Begitu seterusnya
Aku ikuti permainan anjing

Coretan 5 Januari 2012

PUISI


LILIN
Rita Mayasari

Ingin jadi lilin, karna tak mampu menjadi bulan di malammu
yang terus bersinar dalam kesahajaanmu
dalam malam yang terus mengelam
juga dalam dunia yang kian menua.

Aku bisa pancarkan redup cahaya dalam ruangmu
pilar-pilarnya kokoh dalam kerapuhanku
menjatuhkan bayang-bayang kemuramanmu
hingga yang tersisa hanya kita
lalui malam-malam dengan senyuman.

Coretan 5 Januari 2012

PUISI


22 September 2011


Kontras
Oleh: Rita Mayasari

Kau bintang dimalamku
Aku gelap diterangmu
Kau mimpi ditidurku
Aku nyata dilelapmu
Kau embun dipagiku
Aku hujan disiangmu
Kau mega disenjaku
Tapi aku bukan apa-apa bagimu

Coretan 5 Januari 2012

PUISI


KONTRAS 2
Rita Mayasari

imajiku slalu tentangmu
mengangkasa ke langit biru
mimpiku slalu ada kamu
mekar dalam tidur malamku
anganku slalu bersamamu
mengalun senandung merdu
tapi nyataku jauh darimu
tak bisa terjamah olehmu

Coretan 5 Januari 2012

PUISI


KERTAS BERKISAH – Rita Mayasari
Kertas ini tak terlihat seperti adanya
Meski putih bersih tapi penuh goresan kata
Apa isinya?
Orang lain tak tau
Bahkan pemiliknya sekalipun

Hanya aku yang bisa mengeja
Setiap gores dimukanya
Karena aku juga yang menorehkan

Dia si empunya kertas
Bahkan tak pernah menjamahnya
Jadi bagaimana mungkin dia bisa tau

Harusnya dia datang padaku ...
Dia memanggil namaku ...
Dan dia bertanya padaku ...

Tanpa dua kali ucap pun
Akan aku jelaskan
Sebuah kisah cinta kepadanya
Kisah tentang aku juga dia
Dan jika kisah ini akan terulang
Aku mau dia yang mulai bercerita
Tapi jika tiba giliranku berucap
Maaf ...
Aku tak bisa mengakhirinya

Coretan 5 Januari 2012

PUISI


KEPADA SANG BAPAK – Rita Mayasari
Selama ini apa yang kamu rasa?
Apa kamu kesepian?
Apa kamu slalu bersedih?
Apa kamu ... baik-baik saja?

Slalu pertanyaan yang sama
Hadir antara emosi dan logika

Kita tak terpisah jarak dan waktu
Tapi hati kita sulit menyatu

Ingin aku jadi penghiburmu
Ingin aku jadi sandaranmu
Ingin aku jadi ini dan itu

Tapi mana aku tahu inginmu
Kamu lebih sering bersama mereka
Dan kurang waktu untuk bertiga

Bukankah kita harus bercengkrama
Seperti layaknya sebuah keluarga?